Page 291 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 291

Keping 65


           pintu depan. Bersepeda membawa setumpuk barang-barang
           membuat peluhnya belum susut sejak tadi. Kedatangan Gio

           yang seperempat jam lebih awal pun tidak mengizinkannya
           untuk berbenah selain mengelap muka dengan handuk.
             Napas  Zarah  tertahan.  Jika  memungkinkan,  ia  ingin
           lenyap dari muka bumi saat itu juga. Matahari menyinari Gio
           dari samping dan tepat menunjukkan sudut-sudut terbaik

           wajahnya. Kemeja hitam polos dan jins biru yang dikenakannya
           menciptakan kombinasi sederhana yang justru membuat Gio
           semakin mencolok. Zarah tak habis pikir bagaimana Gio
           mampu secemerlang itu tanpa kelihatan berusaha. Selapis
           keringat kembali membasahi tepi keningnya, menetes di sela-
           sela rambutnya yang terkucir asal dengan karet gelang.
             “Sori, aku belum apa-apa. Baru banget sampai gara-gara
           harus nunggu Ibu selesai masak….” Kalimat Zarah tertelan

           begitu melihat seikat bunga mawar di tangan Gio.
             “Ide gila mamaku.” Terbit sepintas penyesalan mengapa ia
           tidak membiarkan buket itu terkurung di dalam laci dasbor.
           Seikat kurus mawar kebun yang diikat pita satin itu tampak
           memprihatinkan begitu diserahkan ke tangan Zarah. “Yang

           menurutku sangat brilian,” cepat Gio menambahkan,  “you
           deserve flowers.”
             Ketegangan Zarah melumer begitu menyadari bahwa Gio
           ternyata sama salah tingkahnya dengan dia. Zarah menerima
           ikatan bunga itu dan mendekatkannya ke hidung sebagaimana
           yang selalu ia lakukan ketika bertemu kelopak bunga yang



           276
   286   287   288   289   290   291   292   293   294   295   296