Page 295 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 295

Keping 65


           kesempatan. Terbangun dari episode singkat tertidur seusai
           makan malam yang terlalu awal, Alfa mendengar bebunyian

           dari celah pintu gebyok yang sedikit terbuka. Salah satunya ia
           kenal baik. Bunyi kartu dibanting.
             Alfa membuka pintu kamar. Kecurigaannya terbukti. Kas,
           Kell,  dan Bodhi, sedang duduk menghampar di atas  lantai
           kayu. Di tengah-tengah mereka, mengular susunan kartu

           domino.
             “Yes! Alfa, let’s join!” seru Kell.
             “Berempat paling asyik, nih.” Dengan sebatang kretek
           tersangkut  di  mulut,  Kas  mulai  mengumpulkan  kartu,  lalu
           mengocoknya.
             “Kell dan Pak Kas, aku bisa paham. Bodhi? Really?”
             “Aku sudah meditasi seharian. Ini cuma sambil nunggu
           kacang rebus matang,” sahut Bodhi.

             “Kacang? Gaple? Nggak pakai goceng-an sekalian?” tanya
           Alfa dengan mata membelalak.
             “Ndak butuh uang.”
             “We don’t need money.”
             Kell dan Kas tampak senang dengan jawaban kompak

           mereka yang meluncur bersamaan.
             “I love you, Bro. You’re a breath of fresh air.”  Kell nyengir
           sambil menunjuk Kas yang ikut terkekeh, mempertontonkan
           taring-taring emasnya.
             “Lapar lagi, Tole? Ubi goreng? Mi rebus? Ceplok telur?”
           Kas menawari Alfa.



           280
   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300