Page 296 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 296

IntelIgensI embun PagI

              Alfa meraupkan tangannya ke muka. “Insomniaku sebelas
           tahun. Untuk ini?”

              Terdengar bunyi kayu bergerak. Palang di pintu utama
           bergeser dengan sendirinya. Sebelum ada yang sempat
           bereaksi, pintu itu sudah duluan terbuka.
              Liong melangkah masuk dengan tangan bertaut di belakang
           pinggang seperti biasanya.

              “Liong! Akhirnya! Ada orang yang bisa berpikir!” Baru kali
           itu Alfa ingin memeluk Liong.
              “Lapar, Yong? Ubi goreng? Mi rebus? Ceplok telur? Atau
           makan angin saja?” Kas bertanya disambut cekikik Kell.
              “Alfa,  Bodhi,  asal  kalian  tahu,  selama  berada  di  rumah
           ini kalian tidak butuh makan dan minum.  Tubuh kalian
           sepenuhnya mendapat asupan energi yang kalian butuhkan.
           Cuma pikiran kalian yang lapar dan haus.” Liong menoleh

           kepada Kas. “Memiliki dapur di rumah ini adalah kekonyolan.
           Kalau aku kebagian tugas jadi juru kunci, dapur itu adalah
           yang pertama kubongkar.”
              “Oke, Liong. Kita punya rencana apa sekarang?” tanya Alfa
           tak sabar.

              “Kita menunggu.”
              Jawaban  Liong  di  luar  ekspektasi  Alfa.  “Maksudnya
           menunggu?”
              “Sudah kubilang dari kemarin. Kita menunggu keajaiban.”
              “Ya, aku ingat, dan kupikir itu kiasan.”
              “Aku tidak pernah bicara pakai kiasan, Alfa.”



                                                                 281
   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300   301