Page 297 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 297

Keping 65


             Andai saja mungkin, Alfa ingin menganga hingga
           rahangnya menyentuh lantai.  “Kalian adalah makhluk yang

           bisa mengomputasi ribuan bahkan miliaran kemungkinan ke
           depan! Justru karena kamu bukan penulis lirik lagu pop, aku
           jadi bingung apa lagi definisi ‘keajaiban’ bagimu?”
             “Ada satu sekuens penting yang tidak bisa kami intervensi.
           Dan, untuk hal-hal yang tidak bisa kami intervensi maka yang

           kami lakukan adalah menunggu.”
             “Kalau  sekuens  yang kalian  tunggu  itu nggak kejadian?”
           tanya Alfa.
             “Kita bubar. Kami harus menyingkir dari dimensi ini.
           Kamu dan para Peretas lainnya akan berjuang sendiri keluar
           dari samsara, melewati entah berapa kali lagi siklus kelahiran
           dan tidak ada jaminan kalian akan berhasil.”
             Alfa manggut-manggut.  “Bagaimana kalau kita semua

           menunggu di rumah keluargaku saja, kita coba permainan
           lebih menantang seperti Joker Karo, kita main semalaman
           sambil nyanyi-nyanyi pakai gitar, free flow bir dan kacang? On
           me?”
             “Aku setuju!” Kell menyahut.

             “Untukmu, kucarikan bir Irlandia,” balas Alfa.
             “Kita tidak ke mana-mana. Di sini adalah tempat paling
           aman untuk kalian,” tandas Liong.
             Alfa mencondongkan tubuhnya ke arah Liong. “Aku tahu,
           Liong. Aku cuma mau mengetes apakah kamu selalu serius
           dengan ucapanmu. Karena sulit bagiku untuk percaya bahwa



           282
   292   293   294   295   296   297   298   299   300   301   302