Page 358 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 358

IntelIgensI embun PagI

              Togu  bergumam  panjang  sambil  menatap  Zarah  yang

           berjuang menahan nyeri. “Kau betul, Simon. Tangguh dia ini.
           Sayang kali, dia gabung dengan tim yang salah,” timpal Togu.
              “Masih ada kesempatan memperbaiki itu, Togu. Asal dia
           diberi pemahaman yang benar. Dari pihak yang tepat.”

              “Ayah saya menghubungi Bapak, dan akibatnya dia hilang
           dua belas tahun. Masih kurang tepat?” gumam Zarah.
              “Kamu tidak perlu berakhir seperti Firas.”
              “Berakhir seperti apa maksudnya?” Pertahanan Zarah mulai
           goyah. Panik membayang dalam suaranya.
              “Untuk mengerti yang terjadi kepada ayahmu, kamu harus

           tahu sejarah kita yang sebenarnya.”
              “Sama sekali saya nggak tertarik soal Peretas….”
              “Aliran informasi sedang membanjiri sistemmu dan bikin
           kepalamu mau meledak. Sakitmu baru mereda kalau informasi

           itu terdekripsi. Saya bisa bantu. Tapi, saya perlu izinmu.”
              Melihat Zarah tidak menanggapi, Simon mencondongkan
           tubuhnya. “Saya serius. Saya nggak bisa menembus kepalamu
           begitu saja. Semesta ini punya tata krama, dan saya adalah
           orang yang selalu menjunjung etika.”

              Zarah tetap diam. Namun, dalam diamnya kini, ia mulai
           meragu.
              “Pengetahuan yang paling berharga, Zarah. Sesuatu yang
           diburu Firas seumur hidupnya. Masa kamu nggak tertarik

           mengintip?”



                                                                 343
   353   354   355   356   357   358   359   360   361   362   363