Page 359 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 359
Keping 70
Bibir Zarah mengerucut, matanya mengerjap cepat. Ia
menatap Simon. Ada angkara dalam sorotnya, sekaligus
sebuah keputusan.
Simon membaca itu semua dengan jelas. “Kamu cukup
berbaring santai. Tutup mata. Pegang ini.” Ia menyodorkan
tongkatnya.
Zarah melirik kilatan batu hitam yang membentuk kubah
di pucuk tongkat Simon.
“Sesudah itu, kita bicara soal ayahmu. Saya janji.” Simon
membentangkan tangannya, menyilakan Zarah berbaring di
atas sofa panjang.
“Kalau dia malas gerak, bisa aku yang gerakkan,” sahut
Togu.
Simon menggeleng kecil. “Kami bisa memaksa tubuhmu
melakukan apa saja, Zarah. Bahkan, pikiranmu sampai tahap
tertentu. Tapi, bukan cara itu yang saya suka.”
Dengan rahang mengencang, Zarah berbaring. Jantungnya
berdebur. Simon menggeser sebuah kursi dan duduk di
sampingnya.
“Taruh telapakmu.” Simon menempatkan pucuk tongkatnya
dalam jangkauan Zarah. “Enteogen bekerja di level kimiawi
lewat kelenjar pineal. Ini mainan yang jauh lebih canggih,
Zarah. Vibrasi murni. Tur ini tidak kuberikan sembarangan.”
Zarah meletakkan satu telapak tangannya membungkus
bulatan batu hitam itu. Dalam ruangan sedingin itu, rasanya
seperti menggenggam batu es. Matanya memejam.
344

