Page 363 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 363

Keping 70


             Lahir dari material Bumi melalui teknologi rekayasa
           biomolekuler dan dikendalikan dari jarak yang tidak terbayangkan

           oleh peradaban manusia saat ini, Bumi mulai dihuni oleh raga-
           raga perantara. Raga-raga itu berbaur dengan seisi planet yang
           punya  kode genetika  hampir  serupa.  Mereka  hidup,  bermain,
           berkembang biak, terurai, dan lahir kembali tanpa ada masalah.
           Mereka adalah makhluk koloni.  Tidak ada individualitas.

           Inteligensi mereka utuh tersambung dengan peradaban yang
           menciptakan mereka. Tapi, setiap permainan akan ada akhirnya.
           Pada satu waktu, raga-raga perantara itu ditinggalkan.
             Di ujung kalimat Simon, Zarah terjerembap mencium
           pasir. Hal pertama yang disadarinya adalah menciutnya arus
           informasi yang tadi membanjir. Perhatian dan kesadarannya
           kini  terpusat  kepada  dirinya  sendiri.  Zarah  melihat  ke
           sekeliling, ke manusia-manusia telanjang yang kini sama-sama

           tergolek di pasir, ke hamparan laut yang digarisi buih ombak.
           Hal berikut yang mendominasi adalah rasa terisolasi. Ternyata
           dirinya begitu kecil dan rapuh.
             Begitu koneksi mereka terputus, raga-raga itu amnesia seketika.
           Mereka tidak lagi tahu kapan mereka ada di sini, untuk apa, dan

           kenapa. Berbekal secercah inteligensi yang tersisa untuk bertahan
           hidup, terpecah dari kohesi kesadaran pengendalinya, mereka
           mulai beradaptasi.
             Zarah perlahan mencoba bangkit. Rasa takut membubung.
           Rasa lapar dan nyeri sekonyong-konyong menusuk. Debur
           ombak berubah menjadi menakutkan. Sinar matahari menusuk



           348
   358   359   360   361   362   363   364   365   366   367   368