Page 362 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 362
IntelIgensI embun PagI
rerumputan, dedaunan, akar pohon, humus. Ia membaui
masam sekresi, uap garam. Aroma hutan. Aroma laut.
Zarah mulai menyadari napasnya. Bagaimana pertukaran
udara adalah ikatan yang ia jalin dengan tempat ini. Bumi
mengikatnya dengan oksigen, air, cahaya, dan mineral. Bumi
berdinamika dengan makhluk-makhluk lain di sekelilingnya
dalam ikatan yang unik dan berbeda-beda. Kesadaran Zarah
akan tubuhnya perlahan kian mengutuh. Ia mulai merasakan
batas fisiknya.
Kelopak matanya mulai mengangkat. Zarah melihat
warna-warna, cahaya yang memusingkan. Menyakitkan.
Zarah terus berjuang untuk bisa melihat. Pandangannya yang
kabur akhirnya menemukan fokus. Vegetasi hijau. Tanaman-
tanaman tropis.
Zarah merasakan tungkai-tungkainya bergerak, sesuatu yang
dikenalinya sebagai aktivitas berjalan. Dalam setiap gerakan,
kesadarannya seperti dibanjiri data sensoris yang melimpah.
Ia tidak sendiri. Zarah merasa dirinya terhubung dengan
unit-unit lain. Zarah melihat kiri dan kanan. Sekumpulan
orang, laki-laki dan perempuan, sedang berjalan beriringan
dengannya. Mereka semua telanjang. Zarah menengok dirinya
sendiri, dan tersadar bahwa ia pun telanjang. Mereka bergerak
bersama-sama menuju hamparan pasir. Berjalan semakin cepat
hingga akhirnya berlari. Sebentang laut biru terlihat di balik
vegetasi hijau yang kian menjarang.
347

