Page 366 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 366

IntelIgensI embun PagI

           mengurai. Unsur-unsurnya mengaliri semua makhluk. Mereka
           semua adalah kesatuan dalam satu tubuh.

              Komunikasi itu berjalan tanpa jeda waktu dan tanpa bahasa.
           Jelas dan instan, Zarah merasakan sekaligus memahami
           informasi yang disampaikan kepadanya. Ia merasakan duka,
           permohonan bantuan. Bumi sedang sekarat.
              Kami berhitung. Entropi Bumi akan menyebabkan efek

           domino yang besar. Kita bicara waktu yang tak akan terbayangkan
           oleh makhluk fana yang ekspektasi hidupnya cuma tujuh
           puluhan tahun. Bagi kami, efek domino itu tidak terlalu lama.
           Untuk memperlambat entropinya, Bumi perlu manusia. Cercah
           inteligensi yang manusia bawa telah mengubah karakterisasi
           vibrasi Bumi. Pada level itu, vibrasi manusia terjahit dan ikut
           menjaga ekuilibrium Bumi. Seperti peluru yang menghambat
           perdarahan otak.

              Zarah bergerak mendekat ke pendar cahaya lembut yang
           membungkus Bumi. Saat cahaya itu menyentuhnya, terasa
           sejuk dan menggelitik. Cahaya itu bergerak, membesar,
           membungkusnya dalam kepompong.
              Jaring kami menjaga vibrasi kesadaran kalian untuk bertahan

           dalam  rentang  frekuensi  yang  aman  bagi  ekuilibrium  Bumi.
           Menjaminkan kalian fisik baru, pengalaman baru, halaman baru
           dalam setiap siklus kelahiran dan kematian.
              Seiring penuturan Simon, kepompong cahaya yang
           membungkus Zarah lambat laun menggelap. Segalanya
           menyusut, termasuk dirinya. Di dalam kegelapan itu, Zarah



                                                                 351
   361   362   363   364   365   366   367   368   369   370   371