Page 365 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 365
Keping 70
ajaran. Milenium demi milenium, mereka hidup dan mati di sini.
Percaya bahwa suatu saat nanti mereka akan kembali bersatu
dengan penciptanya. Pulang ke rumah mereka yang sesungguhnya.
Entah di mana.
Kelelahan, Zarah bersandar di batang pohon. Memejamkan
matanya. Detik itu juga, dirinya kembali terekspansi.
Kerangkeng yang memenjara fisik dan pikirannya roboh.
Segala lelah, nyeri, emosi, menguap seketika.
Lepas dari tubuh, kalian kembali menjadi cercah inteligensi
murni, liar seperti radikal bebas yang kehilangan pegangan,
mencari koloni tempat kalian menginduk. Untuk itulah kami ada.
Bertahap, Zarah melihat titik-titik cahaya bermunculan,
bergerak merambat, membungkus bola Bumi dalam jaring
rapat.
Itulah pemandangan dari dimensi kami. Jaring yang menjaga
ekuilibrium Bumi. Kami bertugas menjaganya. Tubuh manusia
adalah perwujudan Bumi kecil yang nanti terurai kembali dan
bersatu dengan materi Bumi besar. Selama kalian terikat pada
tubuh fisik, vibrasi kalian terikat pada Bumi.
Dari tempatnya kini, Zarah menerjemahkan segala sesuatu
melalui rasa. Ia merasakan vibrasi Bumi seperti entitas tunggal
yang berkomunikasi dengannya.
Zarah menyadari kebenaran kata-kata Simon. Begitu
banyak kesamaan antara dirinya dan Bumi. Bumi ternyata
berdenyut. Berdegup dan bernapas. Mengonsumsi dan
350

