Page 364 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 364

IntelIgensI embun PagI

           tajam dan perih di kulit. Segala hal yang mengelilinginya
           seperti memusuhi. Orang-orang di sekitarnya menjadi asing

           dan bersaing.
              Di tengah kerasnya alam Bumi, tanpa induk yang memandu,
           inteligensi mereka memiliki strategi pertahanan. Senjata terakhir
           untuk melindungi diri. Mereka menciptakan ilusi. Ilusi mendasar
           sekaligus terbesar yang menjadikan ras asing ini, para pendatang

           ini, dalam waktu singkat menjadi makhluk superior di Bumi. Ilusi
           AKU.
              Zarah tiba-tiba menyadari betapa berbahayanya berdiam
           di area terbuka. Dipompa adrenalin, ia berlari sekencang-
           kencangnya, kembali ke dalam hutan, memanjat sebuah pohon
           besar. Menggeram dan tergopoh, ia meraih satu cabang dan
           duduk bersimbah keringat.
              Satu hal yang berulang-ulang dalam benak Zarah adalah

           permohonan. Ia ingin diangkat pergi dari tempat itu. Ini
           bukan rumahnya. Satu-satunya hal yang ia ingat adalah dirinya
           telah ditinggal. Ia murka dan putus asa. Ia ingin berteriak,
           mempertanyakan apa kesalahannya. Dosa apa yang sebegitu
           besar hingga membuat dirinya harus dikucilkan? Dibuang di

           tengah alam yang kejam dan asing?
              Raga-raga perantara yang tadinya bagian dari sebuah kohesi
           kesadaran tunggal pecah menjadi keping-keping individu. Ilusi
           ini, tercetak kuat dalam kode genetika mereka sebagai syarat
           pertahanan hidup, diteruskan turun-temurun, diajarkan lewat
           sistem sosial, dijaga melalui kepercayaan dan macam-macam



                                                                 349
   359   360   361   362   363   364   365   366   367   368   369