Page 361 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 361
Keping 70
Seperti melewati leher botol, Zarah merasa dirinya
menyempit. Ada cangkang tak terlihat yang kini membatasi
keberadaannya. Planet Bumi muncul di hadapan sebagaimana
gambar-gambar dari luar angkasa. Bulat. Biru bercorak putih.
Koloni inteligensimu menciptakan raga-raga perantara. Raga
yang desain genetikanya dibuat selaras dengan planet beserta
isinya. Raga yang sepenuhnya bisa terurai, yang limbah tubuhnya
mampu diserap alam, yang bahan bakarnya bisa didapatkan
dari lingkungan sekitar, dan yang paling penting, mampu
memperbanyak dirinya sendiri.
Zarah kembali tersedot ke dalam kungkungan yang lebih
sempit dan padat. Berat yang familier. Gravitasi. Sesuatu pun
berdenyut. Berdegup. Sesuatu yang ia rasakan menjadi sentral.
Tanda vital bahwa ia “hidup”. Dalam bungkus kegelapan,
Zarah menyadari kesadarannya kini memiliki perpanjangan.
Tungkai-tungkai yang bisa digerakkan. Tubuh.
Perlahan, Zarah menggerakkan apa yang dirasakannya
sebagai jemari. Mempertemukannya dengan bagian tubuh
lainnya. Mengenalinya sebagai kulit yang hangat dan licin.
Zarah mulai merasakan alas lembap dan berbutir tempat
kakinya berdiri. Tekstur. Kontur. Temperatur.
Sensasi lain mulai mencuri atensinya. Sayup suara.
Pendengarannya menangkap bunyi menderu dan memecah.
Zarah mengenalinya sebagai suara ombak.
Tak lama, sensasi baru hadir menggulung. Aroma. Wangi
atsiri tetumbuhan yang memabukkan. Zarah mendeteksi
346

