Page 369 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 369

KEPING 71




                         Peretas Gerbang












                      ereka sudah berjalan jauh meninggalkan rumah
                      suaka, sedikit lagi menuju tepi bukit ilalang yang
           Mmenjadi entri mereka dua hari yang lalu.

             “Ada perubahan, Bod?” tanya Alfa sambil mengecek kedua
           tangannya. “Di mataku, sih, masih kelihatan.”
             “Kalau mata kamu masih bisa lihat, berarti nggak ada
           perubahan,” jawab Bodhi.  “Pemancar itu terlalu kuat. Aku
           curiga kita harus pergi sejauh mungkin dari sini.”
             “Batu itu bisa bikin badan kita kelap-kelip kayak Bima

           Sakti, tapi nggak bisa dipakai nge-charge HP. Payah,” dumel
           Alfa. “Telepon kita sama-sama mati. Kamu nggak bisa telepati
           sama trio Infiltran itu?”
             “Nggak.”
             Alfa menebarkan pandangan. Atap rumah setengah jadi
           yang merupakan titik pertemuan mereka dengan Kas tempo
   364   365   366   367   368   369   370   371   372   373   374