Page 371 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 371

Keping 71


           Wajah itu memendarkan cahaya lembut, membuat detail
           wajahnya tidak bisa dilihat dengan jelas.

             Tapi, ada sesuatu dari anak itu yang membuat Gio tersihir.
           Lebih dari sekadar tampilan anak kecil yang menggemaskan.
           Anak itu menyimpan sebuah kekuatan. Entah apa. Belum
           pernah Gio melihat pemandangan semagis itu.
             Ke hadapan Gio, anak itu menyodorkan sesuatu. “Clavis,”

           ucapnya dengan suara kanak-kanak yang merdu.
             “Nama kamu siapa?”
             Anak perempuan itu  tersenyum  sambil menggeleng,
           menggoyang tangannya yang menjulur, seakan meminta Gio
           untuk terlebih dahulu memberikan perhatian pada benda di
           tangannya.
             Gio menyodorkan telapaknya ke bawah genggaman tangan
           anak itu, memberikan izin kepadanya untuk menyerahkan apa

           pun yang ia simpan.
             Anak itu pun melepas benda di tangannya. Jatuh tepat
           ke tengah-tengah telapak tangan Gio yang terbuka. Sebuah
           kunci.
             Gio mengenali kunci itu. Kunci rumah Zarah. Sebelum Gio

           sempat bereaksi, anak perempuan itu sudah berlari kencang ke
           arah sebuah terowongan. Gio terpaksa berlari mengikuti.
             Anak itu lenyap dari pandangan dan terowongan gelap
           gulita itu terlalu berisiko untuk dimasuki tanpa bantuan cahaya
           apa pun. Gio akhirnya berhenti. Terdengar gema langkah kaki
           yang berlari menjauh. Belum saatnya, perasaannya mengatakan.



           356
   366   367   368   369   370   371   372   373   374   375   376