Page 374 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 374

IntelIgensI embun PagI

              Dalam waktu singkat, rumah itu tuntas ia telusuri. Zarah
           tidak ada, begitu juga tasnya. Di kamar mandi Gio meraba
           selembar handuk tergantung yang terasa sedikit lembap. Zarah

           menggunakannya tadi pagi.
              Apa pun penyebab Zarah tidak menghubunginya, Gio sadar
           tidak ada gunanya lagi berdiam di sana. Ia bergegas kembali ke
           mobil, pergi menuju rumah keluarga Zarah di Bogor kota.






           Jalanan  yang macet  semakin  terasa  melumpuhkan.  Tiga
           perempat jam kemudian, Gio baru tiba di rumah keluarga

           Zarah.
              Hara menyambutnya di pintu.  “Hai, Hara. Zarah ada?”
           sapa Gio.
              “Kak Zarah pergi.  Tadi pagi sempat pulang karena ada
           tamu. Terus, Kak Zarah pergi sama tamunya.”
              “Pergi ke mana?”
              Hara mengangkat bahu. “Saya nggak di rumah waktu Kak
           Zarah pergi. Dia juga nggak ninggalin pesan.”
              “Tamu siapa, ya? Kalau boleh tahu.”
              “Namanya Pak Simon. Saya masih sempat ketemu.”
              Begitu mendengar nama itu disebut, perdebatan internal
           Gio usai. Segenap dirinya kini yakin Zarah dalam bahaya.

           “Oh. Bapak-bapak yang badannya kecil itu, ya? Yang pakai
           tongkat?” tanya Gio, sedapat mungkin bersikap wajar demi
           tidak memancing kepanikan Hara.


                                                                 359
   369   370   371   372   373   374   375   376   377   378   379