Page 373 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 373

Keping 71


             “Mungkin. Ini cuma buat siap-siap. Nanti aku telepon Papa
           dari jalan. Pergi dulu, ya.”

             “Sekarang Mama perlu tahu namanya,” kata Jia lantang.
             Gio menghela napas. “Nggak ada apa-apa, Ma.”
             “Peduli amat ada apa-apa atau nggak. Kalau kamu bakal
           bawa anak orang naik gunung, setidaknya Mama tahu
           namanya siapa.”

             “Zarah Amala.” Gio mengecup kening ibunya sekilas.
                    23
           “Já agora,   bawa anak orang naik gunung adalah mata
                                     24
           pencaharianku. Nada especial. ”
                        25
             “Mentiroso.”  Jia berdecak.





           Tirai yang tertutup menjadi alarm pertama Gio begitu ia tiba

           di pelataran rumah Zarah. Gio terbiasa berhati-hati, tapi ia
           mulai merasa terganggu dengan pikiran-pikiran paranoid
           yang hadir begitu saja tanpa bisa ia cegah. Zarah ada di dalam,
           cuma lupa membuka gorden, ucapnya dalam hati.
             Sepeda Zarah tidak terlihat di teras depan. Ketukannya

           di pintu tidak  bersambut. Gio  mulai memanggil-manggil
           sambil memutar ke samping dan belakang rumah. Tidak ada
           tanda-tanda penghuni. Akhirnya, Gio merogoh kantong dan
           membuka pintu depan menggunakan kunci pemberian Zarah.
           23   Ngomong-ngomong (bahasa Portugis).
           24   Tidak ada yang spesial (bahasa Portugis).
           25   Pembohong (bahasa Portugis).


           358
   368   369   370   371   372   373   374   375   376   377   378