Page 56 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 56

IntelIgensI embun PagI

           datang dengan apa pun yang kamu simpan di memori kamu
           itu, yang nggak sengaja saya akses dan bikin saya labil, kamu

           jadi ancaman.” Elektra berbicara tanpa jeda. Semua kalimat
           itu dilatihnya berkali-kali sebelum Bodhi datang. “Sori, kalau
           kedengarannya nggak enak.”
              Bodhi tersenyum kecil. “Makasih sudah jujur.”
              “Belum semuanya,” sahut Elektra. “Sebenarnya saya juga

           merasa ada sesuatu di memori kamu yang berhubungan
           dengan saya. Nggak tahu apa. Saya pengin bantu kamu, Bodhi.
           Beneran.”
              “Kalau bukan dengan kamu mengakses saya kayak tadi
           pagi, bisa pakai cara apa lagi?”
              “Apa yang saya kerjakan di tempat praktik ini adalah
           satu-satunya  yang  bisa  saya  lakukan  dengan  konsisten  dan
           terkendali. Sisanya nggak. Kapan saya bisa akses memori,

           kapan saya tahu-tahu nyetrum, sampai hari ini saya belum
           tahu cara mengendalikannya.  Yang saya tahu, begitu saya
           nggak stabil, saya bisa membahayakan orang lain.”
              “Saya benci banget kesetrum.”
              “Iya, kamu pernah bilang. Nggak ada yang suka juga sih,

           sebetulnya. Kecuali Dedi.”
              “Dedi?”
              “Almarhum ayah saya.”
              “Oh. ‘Daddy’?”
              “Iya. Dedi.” Elektra mengangguk.  “Dedi itu pernah
           kesetrum waktu pasang listrik di mal. Listrik tiga fasa, lho!



                                                                  41
   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61