Page 57 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 57

Keping 47


           Eh, selamat. Habis itu tespen kalau ditempel ke badannya
           bisa nyala. Saya kira jantung Dedi sudah kayak jantung Iron

           Man. Eh, Dedi malah mati gara-gara stroke, sekali kejadian
           langsung lewat. Saya juga pernah hampir kesambar petir,
           tapi…,” Elektra menggelengkan kepalanya,  “sori, sori, tadi
           sampai mana?”
             “Sebenarnya  saya  belum  selesai  ngomong.  Saya  benci

           kesetrum.  Tapi,  kalau  itu memang  risiko yang  harus saya
           tanggung, nggak apa-apa. Asal kita bisa coba lagi. Kamu nggak
           pernah nyetrum orang sampai mati, kan?”
             “Belum, eh, maksud saya, nggak pernah. Mudah-mudahan
           nggak bakal.” Elektra berusaha tertawa, terdengar sumbang.
             “Oke. Kita coba lagi kalau gitu.” Bodhi menggulung lengan
           jaketnya.
             “Bentar dulu. Maksud saya minta kamu ke sini lagi adalah

           karena saya punya opsi lain. Ini bakal lebih aman.”
             Gerakan tangan Bodhi terhenti.
             “Saya punya mentor, eh, guru, apa ya, pokoknya dia yang
           bimbing saya selama ini. Dia yang melatih saya jadi terapis.
           Saya yakin dia bisa bantu kamu juga. Kalau memang kita

           bakal mengulang proses kayak tadi pagi lagi, jauh lebih aman
           kalau dia ada. Amit-amit,” Elektra mengetuk meja, “tapi, kalau
           sampai ada apa-apa, masih ada yang bisa menyelamatkan kita
           berdua.”
             Bodhi terdiam. Menimbang. Perlahan, ia mengangguk.
           Apa pun demi masuk ke Asko lagi. “Kapan bisa ketemu dia?”



           42
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62