Page 525 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 525

Keping 83


           sepertinya Liong memang tidak tertarik untuk mendengarkan
           maupun memberikan penjelasan.

             “Di  sini.” Liong  langsung  menunjuk  satu tempat. Sudut
           kelima yang tersisa. Tepat di sebelah Gio.
             Zarah beringsut maju dengan gerakan sungkan.
             “Fokus pada misi maka segala drama akan teratasi,” kata
           Liong sambil lalu. Perhatiannya masih terpusat kepada simetri

           yang tengah dibentuknya di ruangan itu.
             Jika saja bisa, ingin rasanya Zarah menciptakan jarak yang
           lebih renggang dengan orang di sebelahnya. Namun, Liong
           mengokohkan  bahunya,  seolah  menegaskan  kepada  Zarah
           untuk tidak bergeser sedikit pun. Dengan ekor matanya, Zarah
           mencuri pandang. Jantungnya berdebar. Bahkan, dengan jarak
           seperti ini, Gio membuatnya resah.
             “Kita mulai.”

             Serempak, perhatian satu ruangan tertuju kepada enam
           batu yang perlahan mengambang rendah dari lantai. Aba-aba
           Liong bagai komando gaib yang menggerakkan benda-benda
           itu.
             Alfa teringat upaya kerasnya bersama Bodhi menggerakkan

           batu yang terkecil. Satu milimeter pun benda itu tidak berhasil
           mereka geser. Kini, enam bongkah besar itu melayang,
           bergerak seperti balok yang disusun oleh tangan tak terlihat,
           membentuk lingkaran sempurna. Lembut, dengan bunyi
           debup yang minim terdengar, batu-batu itu mendarat kembali
           di lantai.



           510
   520   521   522   523   524   525   526   527   528   529   530