Page 524 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 524

IntelIgensI embun PagI

           Liong berjalan mengitari enam bongkahan batu di tengah
           rumah seperti sedang membayangkan sesuatu.

              “Gugus Asko. Kalian berempat duduk di lapisan pertama,
           mengelilingi relik,” Liong berkata kepada Alfa, Elektra, Bodhi,
           dan Gio.
              Setelah keempatnya duduk, Liong berkeliling untuk
           merapikan posisi tiap orang. Alfa memperhatikan aksi Liong

           dengan saksama. Alih-alih membentuk pola geometris
           bersudut empat, Liong malah berusaha membuat simetri
           bintang lima sudut. Menyisakan satu sudut kosong tanpa
           penghuni.
              “Menunggu keajaiban berikutnya, Liong?” Alfa tak tahan
           berceletuk.
              Liong tidak menjawab. Namun, bunyi langkah kaki di teras
           kayu merespons pertanyaan Alfa. Liong merentangkan tangan.

           Selot kayu pintu gebyok besar itu bergeser dengan sendirinya.
           Daun pintu membuka.
              Zarah, berdiri di mulut pintu. Sorotnya seketika tertumbuk
           di satu orang. “Pak Kas?”
              “Sehat, Nduk?” Kas nyengir.

              “Masuk, Partikel,” ucap Liong.
              Zarah menatap mereka semua dengan ekspresi ragu. Wajah-
           wajah yang sebagian besar asing. Bahkan, wajah familier Kas
           menimbulkan tanda tanya lebih besar yang membuat hadir di
           ruangan itu tidak jadi lebih mudah. Terlampau banyak yang
           harus dicerna, Zarah tak tahu lagi harus berkata apa. Namun,



                                                                 509
   519   520   521   522   523   524   525   526   527   528   529