Page 527 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 527

Keping 83


             “Amazon,” sahut Gio.  “Masih ada kantong-kantong di
           Amazon yang belum tersentuh manusia.”

             “Motuo.” Bodhi ikut bersuara.  “Firdaus yang tersisa di
           Tibet. Daerah paling susah dimasuki.”
             “Timbuktu,” kata Elektra dengan mantap.  “Ujungnya
           dunia.”
             “Aku hafal daftar titik terujung di dunia berdasarkan

           delapan arah mata angin. Timbuktu tidak termasuk,” sahut
           Alfa.
             Elektra terlihat tidak terima. “Tapi, kata Donal Bebek….”
             Liong membunyikan desis panjang yang terdengar seperti
           angin ribut lewat, membungkam semua suara lain.
             “Siapa pun yang masuk nanti, ingat, kalian harus
           membenturkan diri sekeras mungkin ke kisi cahaya untuk bisa
           mengambil informasi. Kalau kalian lengah dan momentum

           benturan kalian kurang, yang terjadi adalah kehancuran. Kalian
           akan amnesia. Terputus dari gugus. Dan, tidak ada lagi portal
           cadangan,” Liong  berkata  lantang. Matanya lalu memejam.
           “Niat menggerakkan pikiran. Kalian akan bergerak bersama
           dengan satu fokus. Lokasi portal cermin yang tersimpan di

           Asko. Petir, mulai inisiasi.”
             “Yang ini gimana?” Gio mengacungkan satu batu kecil yang
           belum memiliki pasangan. Batu milik Peretas Puncak.
             Kepingan batu itu tiba-tiba memelesat dari tangan Gio.
           Menempel ke batu tertinggi dalam formasi lingkaran relik di
           hadapannya.



           512
   522   523   524   525   526   527   528   529   530   531   532