Page 528 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 528

IntelIgensI embun PagI

              “Sempurna,” gumam Liong.
              Gio bergidik ngeri. Bukan semata-mata oleh batu

           yang bisa mencelat sendiri. Formasi yang dibentuk Liong
           mengingatkannya pada ucapan Amaru. Saat perjumpaan
           pertama mereka di Bolivia, Amaru memberi tahu bahwa Gio
           akan dibantu oleh empat orang. Satu akan berangkat dan
           mungkin tidak akan kembali. Kini, di lingkar pertama, mereka

           duduk berlima. Sejenak Gio memandang berkeliling.  Satu
           akan pergi. Siapa?
              “Ini—inisiasi?” tanya Elektra gentar. Ia tak ingin merusak
           khidmatnya ritual yang terasa begitu sakral, hanya saja instruksi
           Liong sama sekali gelap baginya.
              “Aktifkan Gelombang!” seru Liong.
              “Aktif—gimana maksudnya?”
              “Pegang si Alfa!” teriak Kas.

              Tangan kanan Elektra langsung melayang, menggenggam
           tangan kiri Alfa yang sudah siap menyambut. Sekuens berikut
           terjadi di luar sadar. Alfa spontan melayangkan tangan
           kanannya ke Bodhi yang duduk di sisi sebelahnya. Bersambung
           ke Zarah. Terakhir, Gio.

              Sekedip mata, Gio mendapatkan rumah gebyok itu hilang.
           Berganti hamparan pasir berkilau dan langit putih berpendar.











                                                                 513
   523   524   525   526   527   528   529   530   531   532   533