Page 58 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 58

IntelIgensI embun PagI

              Elektra melirik  jam dinding.  “Jam  segini sudah nggak
           sopan. Saya paling bisa telepon untuk janjian besok pagi.

           Kamu nggak apa-apa nginap semalam lagi?”
              “Nggak masalah. Bong dan si kembar tetap harus ke Jakarta
           malam ini. Saya bisa cari tempat nginap. Gampang.”
              “Nginap di sini saja. Asal nggak keberatan tidur di lantai.
           Stok kasur gulung di sini saingan sama toko kasur beneran.”

              “Saya izin ke Mpret dulu, deh. Nggak enak kalau asal
           nyelonong.”
              “Sebetulnya saya yang punya rumah.  Tapi, Mpret lebih
           beken.”
              Bodhi refleks menyorongkan tangan untuk menjabat
           Elektra, tapi segera ia tahan. Sebagai ganti, ia hanya tersenyum.
           “Makasih ya, Tra.”
              “Sampai besok pagi.” Elektra membalas senyuman itu

           dengan canggung. Sorot mata Bodhi lagi-lagi membuatnya
           jengah.






















                                                                  43
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63