Page 59 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 59

KEPING 48




                           Mencari Asko












                   aki Bodhi terpantek di depan gerbang sementara
                   matanya jelalatan menyelidiki. Elektra sudah berjalan
          Kduluan di depan.

             “Semua orang yang baru pertama kali ke sini pasti
           menyangka ini rumah nenek sihir.” Elektra tertawa kecil.
           “Saya juga dulu gitu.”
             Tidak heran, batin Bodhi. Rumah itu tampak menyeramkan
           dari standar mana pun. Setengah temboknya ditutup bambu
           bercat hitam dan merah. Lompokan ijuk menempel di beberapa

           sudut. Matahari bersinar terang di langit, tapi halaman depan
           itu gelap karena terhalangi rimbunnya pohon beringin besar
           dengan akar-akar menggantung. Di juntaian akar itu, kendi-
           kendi tua diikat macam hiasan pohon Natal.
             Genta  kuningan yang  tergantung di  gagang  pintu ikut
           berdenting ketika pintu membuka. Aroma dupa tercium kuat
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64