Page 60 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 60

IntelIgensI embun PagI

           dan ingatan Bodhi seketika melayang ke wihara. Bayangan
           Guru Liong melintas diikuti perasaan kehilangan.  Tangan

           Bodhi bergerak memegang liontin kalungnya; dua kapsul
           perak tempat abu dua orang bersemayam. Bodhi pun teringat
           sosok gurunya yang berikut, Kell. Ia langsung mengatur napas.
           Tidak ada gunanya menjadi sentimental pada saat begini. Ia
           ingin kembali fokus ke agenda penting pagi ini. Menemui

           seseorang  yang  akan  membantunya  kembali  mengakses
           tempat misterius bernama Asko.
              “Ini cuma tokonya.” Elektra lalu menunjuk bingkai pintu
           yang ditutupi tirai kerang. “Ibu tinggal di dalam. Sebentar lagi
           keluar.”
              “Seru barang-barangnya,” celetuk Bodhi sambil mengamati
           jajaran keranjang berisi kelopak bunga segar, daun-daun yang
           tampak seperti obat herbal, dan bongkahan kemenyan.

              Terdengar suara kerang-kerang kecil beradu. Seorang
           perempuan berbaju putih-putih keluar dan menyambut
           mereka dengan senyum ramah.
              “Bu Sati.” Elektra merangkulnya hangat.
              “Ke mana saja kamu? Lama nggak mampir,” sapa Sati.

              “Praktik makin penuh, Bu. Pakai waiting list segala.”
              “Gaya kamu.” Sati menjawil ujung hidung Elektra.
              Bodhi menyaksikan keakraban itu sambil mengira-ngira
           saat yang tepat untuknya memperkenalkan diri.
              Sati mengalihkan perhatiannya.  “Jadi, ini yang namanya
           Bodhi?”



                                                                  45
   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65