Page 568 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 568

IntelIgensI embun PagI

              “Katanya gitu.”
              “Teman-teman gugusmu masih ada?”

              Pertanyaan Gio memancing keluar beban yang menyesaki
           hati  Toni sejak semalam.  “Aku sempat lihat potongan-
           potongan visual. Muka mereka, kehidupan mereka. Ada yang
           aku kenal, ada yang nggak. Nggak semuanya berakhir baik.”
           Dan, itu menghantuiku.

              “Kamu nggak kepingin cari mereka?”
              “Mungkin. Kalau misi kalian sudah selesai. Nggak tahu
           masih ada gunanya cari mereka atau nggak. Harus bilang apa?
           Mereka sendiri nggak tahu apa itu Peretas, siapa itu Foniks.
           Cuma aku yang ingat.” Mungkin itulah hukumanku.
              “Kami belum tentu berhasil, Ton.”
              Posisi duduk Toni menegak. “Kamu nggak bakal kebayang
           seberapa besar pengorbanan buat gugus kalian. Nggak ada itu

           ‘belum tentu berhasil’. Apa pun yang bakal kalian lakukan di
           portal, harus berhasil.”
              Gio terdiam.  Pengkhianatan demi  pengkhianatan  akan
           menghancurkan Asko. Apakah cuma aku satu-satunya yang tahu?
              “Seberapa dekat kamu dengan dia?” Toni mendongakkan

           dagu, mengarah ke bangku di sisi kanan belakang.
              “Zarah?” Suara Gio  berubah gugup.  “Kami belum lama
           kenal. Tapi, aku pernah beberapa kali ke rumahnya, ketemu
           keluarganya.”
              Beban itu menyesak lagi. “Bapaknya ada?” Toni menjaga
           suaranya sewajar mungkin.



                                                                 553
   563   564   565   566   567   568   569   570   571   572   573