Page 571 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 571
Keping 86
Enam bongkah batu itu melayang rendah dan dengan mulus
bergeser membentuk formasi oval, melingkungi sesosok tubuh
laki-laki telanjang yang terbaring di lantai kayu.
Simon Hardiman berjalan mendekat. Sati dan Togu
melangkah di belakangnya.
Di salah satu sudut ruangan heksagonal itu, seseorang
bermantel hitam dengan capuchon menutupi kepala,
menurunkan telunjuknya. Seketika, keenam batu mendarat
sekaligus. Capuchon itu pun tersibak, menunjukkan rambut
cokelat kehitaman yang terurai panjang.
“Ishtar,” Simon menunduk hormat, diikuti Sati dan Togu.
“Anakmu kembali.” Ishtar menunjuk ke arah pria yang
terbujur tak sadarkan diri di tengah ruangan. “You’ve made it.
Congratulations.”
“I could’ve not made it without your help,” kata Simon.
“I know.” Ishtar tersenyum.
Perlahan, Simon melangkah ke dalam lingkaran batu.
Lembut, ia mengusap jejak-jejak tanah yang menempel di
tubuh telanjang itu. Mata Simon mulai berkaca-kaca menatap
wajah Firas yang tenang bagai bayi tertidur pulas. “Bumi.
Akhirnya, kamu pulang,” bisiknya.
556

