Page 566 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 566

IntelIgensI embun PagI

              “Orang mungkin bakal bilang baca pikiran. Tapi, kayaknya
           nggak tepat. Mengakses memori lebih pas. Kalau kata Liong,

           mendekripsi. Saya dan Mpret sama. Makanya, kami bisa
           saling mengaktifkan, atau apalah istilahnya. Saya juga masih
           bingung. Mereka harus bikin kamus khusus buat Peretas.”
              “Kalau menghapus memori, bisa?”
              “Belum pernah coba.”

              Pandangan  Zarah  sejenak  menerawang  ke  arah  bangku
           yang sama lagi, memberikan kesempatan bagi Elektra untuk
           membaca apa yang terlihat jelas tanpa perlu kemampuan
           Peretas.  Kakak Seperguruan, ternyata kamu manusia biasa.
           Kamu takut, kamu ragu, kamu terluka. Kamu hampir putus asa.
           Jangan khawatir, Zarah Amala. Elektra  Wijaya bukan cuma
           partner untuk membela kebenaran, melainkan juga sahabat yang
           bisa menjaga rahasia-rahasia hatimu termasuk soal kamu yang

           diam-diam naksir Gio. Dia pengemudi mobil yang agak payah,
           tapi orangnya kelihatan baik.
              “Kamu punya bayangan soal di portal nanti?” tanya Zarah
           lagi.
              Selain matahari bakal terbenam, Elektra tidak punya

           bayangan apa-apa soal “nanti”. Ia menggeleng. “Kamu?”
              Zarah tak tahu harus seterbuka apa kepada Elektra. Status
           teman gugus tidak lantas mengubah fakta bahwa mereka baru
           saja berkenalan beberapa jam lalu. Fenomena yang dialaminya
           juga bukan hal mudah untuk dijelaskan. Zarah merasa portal
           yang akan mereka datangi mulai mengajaknya berkomunikasi.



                                                                 551
   561   562   563   564   565   566   567   568   569   570   571