Page 569 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 569

Keping 86


             Air muka Gio memuram. “Hilang. Dua belas tahun yang
           lalu. Semalam, aku menemukan jasad di bukit yang kami

           datangi. Aku curiga itu ayahnya. Zarah belum bisa terima.”
           Gio melihat perubahan ekspresi  Toni yang seperti melihat
           hantu di siang bolong. “Kamu nggak apa-apa, Ton?”
             Toni mengangguk samar sembari meraih gelas berisi air
           putih dan menenggaknya buru-buru. Kemungkinan terburuk

           yang ia lihat ternyata terjadi. Jika mereka bisa melakukannya
           kepada ayah Zarah, berarti mereka juga bisa melakukannya
           kepada Bong. Kepada semua yang masih tersisa.






           Komputasi di kepala Liong berjalan cepat dan nyaris otomatis.
           Saat ini, 2.538 penduduk akan melihat anomali di angkasa,

           yakni formasi awan lentikular yang bertumpuk dan berpusat
           pada satu titik. Nol koma sembilan persen saksi mata berhasil
           mengabadikannya lewat kamera. Foto-foto itu akan beredar,
           dikomentari, dispekulasi, didebat, bahkan akan ada yang
           menghubungkannya  dengan  informasi  dari  edisi  terakhir

           Supernova. Empat puluh empat hari kemudian, akan muncul
           kesimpulan saintifik yang simplistis bahkan tak relevan.
           Perdebatan pun menyusut dan punah. Hari itu kembali
           dilupakan.
             “Yong, berapa lama lagi kita perlu nahan?” tanya Kas
           dengan suara mengejan.



           554
   564   565   566   567   568   569   570   571   572   573   574