Page 573 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 573

Keping 87


           para penjemput. Pria yang sudah cukup berumur dengan
           perawakan sedang, rambut klimis, mengenakan jins hitam

           dan kaus berkerah hitam, membawa selembar kertas bertulis
           spidol: Thomas Alfa Edison Sagala, dkk.
             “Kita adalah ‘dkk.’?” kata Mpret.
             “Namamu Thomas Alfa Edison?” Gio ikut bersuara.
             Alfa terserap dengan upayanya mengidentifikasi penjemput

           itu, tak percaya bahwa sosok dari masa kecilnya telah kembali.
           Dia tampak sedikit lebih tua, berbaju modern, tapi demi apa
           pun, dia masih orang yang sama.
             “Ompu Ronggur?” kata Alfa sambil berjalan mendekat.
             Ronggur menyunggingkan senyum tipis.  “Sagala,” ia
           menyapa. Sesuai dengan namanya yang berarti guntur, suara
           Ronggur Panghutur berat dan bergemuruh.
             “Aku Ronggur Panghutur. Langsunglah kita, tak usah

           salam-salaman. Sudah tahu aku siapa kalian.” Ronggur
           menyapu  pandangannya  ke  lima  orang  di  belakang  Alfa.
           Kertas di tangannya diremas dan dilempar ke tong sampah.
             “Dkk.” celetuk Toni pelan.
             “Naik apa kita, Ompu?” tanya Alfa sambil menjajari

           langkah Ronggur.
             “Ada mobilku di situ.” Ronggur menunjuk sebuah minibus
           putih yang berhenti di belakang barisan taksi.
             “Mobil?” keluh Alfa.
             “Kita  tak  bisa jalan  kaki  ke  sana,”  balas Ronggur sambil
           membuka pintu mobil. Tampaklah interior berdebu dan kursi



           558
   568   569   570   571   572   573   574   575   576   577   578