Page 570 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 570
IntelIgensI embun PagI
“Sebentar lagi. Makin lama kita bertahan, jendela waktu
gugus Asko makin besar.”
“Wis arep moncor aku, Yong!” bentak Kas.
“Tahan, Kas!”
Beberapa saat kemudian, Kell dan Kas ikut meneriakkan
hal serupa di luar kendali. Ketiganya paham bahwa mereka
mulai tersinkronisasi. Individualitas mereka melebur, kembali
menjadi unit tunggal.
“Aku ndak kuat lagi,” geram Kas. Wujud kedua partnernya
mengabur. Berangsur menjadi sekadar titik-titik cahaya yang
bergetar cepat, membentuk siluet manusia nyaris tanpa wajah.
Kayu alas mereka duduk sudah lebih jelas ketimbang badan
mereka. Isapan itu mengencang, seisi rumah ikut gemetar,
batu di tengah mereka bersinar kian menyilaukan.
“Asuuuu!”
Teriakan Kas, yang juga ikut dibunyikan oleh Liong dan
Kell, menjadi suara terakhir yang bergaung di rumah gebyok
itu. Angin bertiup kencang menggoyang liar batang-batang
bambu wulung.
Dalam waktu singkat, keriuhan itu mereda. Rumah kayu
itu berhenti bergetar. Enam bongkahan batu terduduk diam
di tengah ruangan yang tak lagi berpenghuni. Kicauan burung
sayup bersahutan. Rerimbun bambu kembali berkasak-kusuk
dengan hamparan ilalang. Kehidupan di sekitar perbukitan
kembali seperti sediakala.
555

