Page 574 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 574

IntelIgensI embun PagI

           kulit imitasi yang terkelupas di sana sini. Mobil tua itu seperti
           sudah berminggu-minggu tak dicuci.
              Sambil menunggu semua masuk, Ronggur memasang

           kacamata  hitam. Mobil  itu pun  melaju. Jendela-jendela
           dibiarkan tetap terbuka. Di konsol mobil tampak celah kosong
           berbentuk kotak yang seharusnya diisi oleh pendingin udara.
              “Dengan segala hormat, Ompu. Kalau kita jalan darat, kita
           baru sampai paling cepat sore menjelang malam. Tak mungkin
           mengejar matahari terbenam,” kata Alfa yang duduk di jok
           depan.
              “Tak usah kau ajari aku. Aku bukan Liong, tapi kalau cuma
           hitung itu saja aku bisa.” Ronggur membelokkan setir. Mobil

           mereka tidak menuju gerbang keluar, melainkan masuk ke
           sebuah pelataran yang masih ada di dalam kompleks bandara.
           Atap  hanggar  mencuat  dari  balik  bangunan  kecil  yang
           kelihatannya hanya berfungsi sebagai kantor penerima tamu.
              Usai memarkirkan mobil, Ronggur berkata, “Dari sini kita
           pakai helikopter.”
              “Akhirnya,” desis Alfa.
              “Kita terbang lagi?” Elektra setengah menjerit.
              Ronggur membungkuk ke arah samping, mengambil
           sebuah tas di bawah kaki Alfa. Menyembullah penampakan
           helm yang besar dan mengilap.
              Alfa langsung mengenalinya sebagai helm pilot.  “Punya

           siapa itu, Ompu?”
              “Punyakulah. Kau pikir siapa yang terbangkan kalian
           nanti?” jawab Ronggur seraya membuka pintu.


                                                                 559
   569   570   571   572   573   574   575   576   577   578   579