Page 575 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 575

Keping 87


             Sejak pertemuan pertama, Ronggur Panghutur selalu
           menjadi  sosok  misterius.  Mengenakan  baju  pendekar

           serbahitam, pria yang mengaku berasal dari Tao Silalahi itu
           muncul begitu saja ke kampungnya, membuat  Togu Urat
           belingsatan, kemudian hilang bersama kapal nelayan setelah
           menyelamatkan Alfa yang sekarat di tengah danau. Ronggur
           jugalah yang menorehkan simbol ke dua batunya. Namun, tak

           pernah sekali pun Alfa membayangkan Ronggur Panghutur
           akan hadir kembali dalam hidupnya sebagai pilot helikopter.
             Bodhi buru-buru keluar dari mobil menyusul Ronggur.
           “Kapan kita diaktifkan lagi?”
             “Hanya kalau kalian sudah dekat dengan portal. Urutannya
           tak boleh salah. Si Petir, baru kau, lalu si Sagala. Baru si dua itu.”
           Ronggur menunjuk ke Gio dan Zarah yang berjalan berjauhan
           seperti dua orang yang alergi pada satu sama lain. “Mereka

           harus yang terakhir. Sedekat mungkin dengan portal.”
             “Itu  terlalu  berisiko,”  kata  Bodhi,  “kalau  penglihatanku
           aktif, aku bisa mendeteksi bahaya dari sekarang.”
             Ronggur menghentikan langkahnya. “Mengaktifkan kalian
           sekarang justru mengundang bahaya. Mereka sedang berburu.”

             “Mereka? Berapa banyak?”
             “Bukan soal berapa, tapi siapa.” Muka Ronggur yang
           sangar semakin mengencang.  “Kejadian di portal semalam
           sudah membangunkan macan tidur. Kita melenyapkan tiga
           dari mereka. Mereka datang melenyapkan tiga dari kita.”
             Jantung Bodhi melesak rasanya. “Trio Kwek-Kwek?”



           560
   570   571   572   573   574   575   576   577   578   579   580