Page 576 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 576

IntelIgensI embun PagI

              “Siapa?”

              “Eh… Kell, Pak Kas, Guru Liong. Mereka aman?”
              “Sudah tidak ada lagi siapa-siapa selain aku, ngerti kau?”
           tegas Ronggur, ia lanjut berjalan memasuki bangunan. Tak
           lama, teman-temannya ikut melewatinya.

              Bodhi  masih  tertegun  di  tempatnya  berdiri.  Teman-
           temannya yang lain telah melewatinya. Jemari Bodhi merayap
           naik, memegang dua liontin kapsul yang tergantung di leher.
           Perpisahan itu terjadi lagi. Kali ini, tanpa abu.







           Putaran baling-baling merebahkan rumput dan menggun-
           cangkan  perdu di sekitar. Ronggur mendaratkan helikopter
           hitamnya di dalam cekungan sebuah lembah. Dari kejauhan,

           Danau Toba menghampar bagai permadani biru yang direng-
           kuh perbukitan hijau.
              Tak jauh dari tempat mereka mendarat, sebuah gubuk dari
           bambu dan nyiru ikut bergoyang. Seseorang yang tampak
           seperti petani berlari mendorong gerobak berisi lipatan terpal.

              Bunyi mesin dan kibasan baling-baling yang memekakkan
           telinga berangsur menurun. Seusai mematikan mesin, Ronggur
           melompat keluar dengan gesit. Menyapa orang bercaping yang
           menyambutnya dalam bahasa Batak.

              “Umbra?” Bodhi berkata di dekat kuping Alfa.



                                                                 561
   571   572   573   574   575   576   577   578   579   580   581