Page 615 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 615

Keping 90


           untuk tidak lebih dari seorang terapis listrik yang hanya
           mengandalkan  kemampuan  menahan  arus  listrik  rumah.
           Sati mengondisikan dirinya untuk terus terkurung dalam

           keterbatasan Elektra  Wijaya. Kendati  demikian, yang  Sati
           ajarkan masih bisa digunakannya untuk mengolah apa yang
           sudah ia miliki sebagai Petir. Sebagai Petir, listriknya tidak
           datang dari dirinya sendiri, bukan pula dari PLN. Petir hanyalah
           medium dari kekuatan yang lebih besar. Ia bisa memanfaatkan
           kekuatan dahsyat itu. Kapan pun ia membutuhkannya.
             “Niat menggerakkan pikiran,” gumam Elektra. Aliran
           energi membanjiri tubuhnya dan secepat kilat mengalir ke
           dada Bodhi. Tubuh itu berguncang.

             Bodhi tersengal. Matanya membelalak menatap Elektra.
           Mulutnya megap-megap menarik udara.






           Sekuat tenaga, Zarah merentangkan tangannya sambil
           melompat.  Tangkapan  Gio adalah satu-satunya yang bisa
           menyelamatkannya dari dasar jurang.
             Cengkeraman di antara mereka berdua berlangsung
           singkat. Sesaat ketika lengan kirinya menahan penuh berat
           tubuh Zarah, Gio merasa persendiannya akan rontok. Kaki
           Zarah langsung mencari pijakan. Begitu bagian depan

           sepatunya berhasil menemuan tonjolan batu, tangan kanan
           Zarah  sigap  meraih  batang  kayu  yang  dipeluk Gio.  Posisi
           Zarah pun akhirnya berbalik. Keduanya kini menempel erat.


           600
   610   611   612   613   614   615   616   617   618   619   620