Page 616 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 616

IntelIgensI embun PagI

              Zarah masih tak percaya ia terbebas dari posisi sebelumnya
           dan kini berhadapan begitu dekat dengan Gio yang beberapa

           saat lalu rasanya tak terjangkau. Peluh mereka mengalir deras,
           dengusan napas mereka memburu, kedua lengan mereka
           mengait.
              “Masih dua puluh meter ke atas,” bisik Gio. “Kamu bisa?”
              Zarah cuma bisa mengangguk.

              “Kita harus gerak ke samping dulu. Kembali ke jalurku tadi.
           Aku duluan,” kata Gio di sela-sela napas yang masih satu-satu.
              Zarah mengangguk lagi. Kali ini untuk menguatkan hati.
           Sementara fisiknya harus bersandar pada pompaan adrenalin
           untuk membuatnya tetap fokus dan mampu memanjat,
           kembali ke tanah datar.







           “MPRET! BODHI BANGUN!” Elektra berteriak sekencang-
           kencangnya.
              “Buset, Tra! Dia bangun, gua yang budek!” Toni muncul di
           sebelahnya.

              “Kamu tadi kesetrum. Kamu nggak apa-apa?” tanya Elektra,
           panik.
              Toni cepat mengangguk. Ketidakseimbangan frekuensi
           yang sempat terjadi lagi di antara mereka ternyata memiliki
           manfaat meski ia harus merasakan mencelat di udara untuk
           kali kedua. Setidaknya, listrik Elektra bisa kembali.  Toni



                                                                 601
   611   612   613   614   615   616   617   618   619   620   621