Page 618 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 618

IntelIgensI embun PagI

           Lengan Gio mengayun dengan segala kekuatan yang tersisa,
           menancapkan pegangan pertama di permukaan datar. Setengah

           tubuhnya menyusul naik. Kakinya satu demi satu terbebas
           dari  pendakian  neraka  itu.  Gio  langsung  berbalik  badan,
           menjemput Zarah dengan satu tarikan kuat. Begitu seluruh
           berat tubuh Zarah berpindah ke rengkuhan tangannya, beban
           tak terhingga terangkat dari hati dan tubuhnya sekaligus.

              Gio mendekap Zarah seerat mungkin, bukan hanya karena
           kelegaan, melainkan pula untuk mengompensasi reaksi
           tubuhnya yang harus melepas ketegangan sedemikian besar
           hingga nyeri rasanya.
              Dalam pelukan Gio, Zarah menyadari ia telah tiba di
           tempat suaka yang paling aman. Ketakutan, kegentaran,
           keraguan, dan luka-lukanya meluruh di sana. Ia bukan saja
           telah diselamatkan. Gio telah menyembuhkannya.

              “Makasih… maaf… aku….” Zarah kehilangan struktur
           untuk mengungkapkan perasaannya yang bercampur baur.
           Akhirnya, ia hanya bisa merapatkan pelukannya, berharap Gio
           bisa merasakan apa yang ia rasakan. Sesal. Syukur. Dan, yang
           terutama dari semuanya, cinta.

              “Ada atau tidak ada Peretas Puncak, buatku kamu tidak
           tergantikan,” bisik Gio di dekat telinga Zarah.
              Seutas senyum menyembul di wajah Zarah yang masih
           berpeluh.
              Gio menarik napas, mengencangkan diafragmanya.
           “Bengawan Solo / Riwayatmu ini / Sedari dulu jadi / Perhatian



                                                                 603
   613   614   615   616   617   618   619   620   621   622   623