Page 670 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 670

IntelIgensI embun PagI

           Puncak berlumpur berganti menjadi pasir gemerlap. Gio
           mengenali Asko sebagaimana yang ia kunjungi kali terakhir.

           Enam bangunan berjajar. Langit putih yang bersinar lembut.
           Di  sisinya,  berdiri  Zarah.  Gio  pun  bisa  mengidentifikasi
           keberadaan rekan-rekan gugusnya yang lain meski bukan
           secara fisik. Terasa ada Bodhi. Elektra. Toni.
              Muncul di hadapan mereka, Diva, kembali dalam jubah

           abu dengan bebatan kain putih di pinggang. Baju yang sama-
           sama mereka kenakan.
              “Aku selesai di sini,” kata Diva. “Dia akan turun, memecah
           ke kalian berdua. Jaga dia baik-baik.”
              Saat itu juga, konstruksi Asko dalam persepsi tiga dimensi
           rontok, bagai topeng yang meledak.  Wujud asli dari Asko
           terkuak. Lanskap hipergeometris. Gio dan Zarah tercerai dari
           tubuh biologis mereka.

              Kelima Peretas mewujud menjadi lima gloma dengan lima
           rona warna dominan yang berbeda. Masing-masing gloma
           dibentuk oleh jalur-jalur yang terbelit rapat, bergerak konstan,
           tampak hidup dan organik. Kelima gloma itu bergerak
           mendekat dan melebur menjadi satu gloma besar. Terjadilah

           apa yang tampak seperti fusi informasi dan data. Jalur-jalur
           antara kelima gloma saling membelit dan bercampur menjadi
           satu.
              Dari inti peleburan itu, muncul gloma baru dengan rona
           warna yang berbeda. Putih mutiara. Segala warna ada di
           dalamnya, hadir seperti semburat pelangi.



                                                                 655
   665   666   667   668   669   670   671   672   673   674   675