Page 671 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 671

Keping 96


             Pergerakan berikutnya terjadi berlawanan. Penguraian.
           Lima jalur gloma mulai menarik diri dari belitan mereka.

           Kembali terpisah. Sementara di pusat tampaklah gloma
           keenam yang mengutuh, menyala bagai butir mutiara yang
           disulap dari lava membara.
             Warnanya yang putih susu berangsur membening. Di
           dalam  intinya,  tampak  dua  tubuh  yang  melayang.  Laki-laki

           dan perempuan. Dua tubuh biologis yang dihuni oleh Kabut
           dan Partikel. Gio dan Zarah.
             Gloma putih itu terus menyusut dan membening hingga
           akhirnya membelah dua, lanjut menciut bagai dua butir
           embun yang berkilau bak permata. Kini, posisi itu berganti.
           Tubuh Gio dan Zarah-lah yang mengandungnya.
             Lanskap hipergeometris itu ikut berubah, berkontraksi,
           seakan-akan salah satu poros yang menopang kompleksitasnya

           berangsur lepas. Bagai katup demi katup yang menutup,
           bagian demi bagian dari lanskap itu mengalami proses
           penyederhanaan.  Wajah tiga dimensi Asko mulai kembali
           seiring hadirnya batas horizon.
             Asko seperti sediakala; pasir berkilau, langit putih

           berpendar, menaungi enam bangunan berjajar tiga yang saling
           berhadapan. Dua  manusia  berdiri  di sana.  Gio dan  Zarah.
           Keduanya mendongak, mengantisipasi hal yang sama.
             Dari  langit  Asko,  menembus  masuk  sesosok  manusia
           mungil dalam posisi fetal. Kulitnya berkilau keemasan. Dengan
           kecepatan konstan ia terus turun dari atas sana.



           656
   666   667   668   669   670   671   672   673   674   675   676