Page 673 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 673

Keping 96


           Nai Gomgom perlahan bergeser, hingga akhirnya mengayun

           cepat, membawanya pergi dari hadapan Ronggur Panghutur.
             Nai Gomgom menjadi orang pertama yang keluar dari
           rumah setelah seluruh kampung tercekam amukan badai
           sepanjang senja. Badai terburuk yang akan terpatri dalam

           ingatan orang-orang dan akan dibicarakan berbulan-bulan,
           yang akan menggerakkan para tetua untuk berupacara di
           Pusuk Buhit demi menenangkan alam.
             Nai Gomgom mendongak. Senja yang paling mencekam
           pada  akhirnya mengantar  petang terindah dengan langit
           tejernih yang pernah menaungi kampung mereka. Air matanya

           mengalir di pipi dan jatuh ke tanah. Tanah lahirnya seorang
           bayi istimewa yang dibidaninya 25 tahun silam.
             Nai Gomgom yakin orang-orang akan melupakan
           keindahan malam ini sebagaimana nama bayi itu pun akan

           memudar dari ingatan mereka. Tidak baginya.
             Bunyi dengung dari kejauhan terdengar sayup dan
           lirih, seolah menutup babak dramatis di puncak bukit yang
           terbuang. Bagi Nai Gomgom, Dolok Simaung-Maung baru
           saja melolongkan tangisan terakhirnya untuk Alfa Sagala.















           658
   668   669   670   671   672   673   674   675   676   677   678