Page 675 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 675

Keping 97


             “Jump,” celetuk Kell.  “Di mana itu, kapan itu, dengan
           gaya apa, aku tak perlu tahu,” lanjut Kell sambil mengangkat

           kedua tangannya. “Well, bisa saja, sih, cari tahu. Kalau ternyata
           sebegitu menariknya.”
             “Shut up, Kell. I have enough visuals,” gumam Bodhi sambil
           berdiri tegak.
             Kalden menghampiri Gio dan Zarah. “Sampai kelahiran

           Peretas Puncak, kalian akan menjadi dua orang yang paling
           diburu di muka Bumi. Kami tidak bisa membiarkan kalian
           tanpa pengawalan. Kami akan terus membayangi. Jarak dekat.”
             “Paul will arrange something,” sahut Luca.
             “Paul?” Gio langsung menoleh.
             “Paul Daly?” Zarah menyambar.
             “One of our most reliable Umbras.” Luca menatap balik
           keduanya dengan kening mencureng. “Kamu kira bagaimana

           bisa dia menemukan jejak kameramu? Mempertemukan
           kalian?”
             “Artinya, Paul juga yang dengan sengaja mengirimku ke
           Simon? The Sarvara Simon?” kata Zarah lagi.
             “A sequence is a sequence, Zarah. Mau kalian menyuruh kami

           menggiring kalian ke lambung naga sekalipun, akan kami
           turuti. Besides, you meeting Simon is essential to all of this,” Luca
           menjawab tenang.
             Komputasi berjalan di kepala Liong.  “Hari ini Sarvara
           mendapat pukulan berat. Tapi, dalam tiga hari, kondisi kami
           akan berimbang. Kembali ke nol. Kalian berdua pulang ke Jawa



           660
   670   671   672   673   674   675   676   677   678   679   680