Page 678 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 678

IntelIgensI embun PagI

           “Badanku masih macam kunang-kunang, tapi aku sudah bisa

           terbang antar kalian,” cetus Ronggur.
              “Kami kembali lagi ke Polonia? Pakai pesawat komersial?
           Dalam keadaan kayak begini?” Toni menunjuk badannya yang
           basah kuyup dan berlumur lumpur.

              Kalden melirik Liong. “Aku rasa kita bisa intervensi.”
              “Alah. Keluar-masuk Asko saja mereka masih mabuk,” sahut
           Liong sambil berdecak. Tak urung ia memberi kode kepada
           Luca yang langsung memindai Zarah dan Gio. Sementara
           Liong dengan gesit menata letak para Peretas seperti guru
           mengatur murid baris-berbaris.

              “Setengah dosis cukup,” kata Luca. Kedua telapaknya
           membuka, menunjukkan dua botol kecil berukuran separuh
           dari yang sebelumnya ia berikan kepada Gio, seakan-akan
           kedua benda itu sudah ada di tangannya sejak tadi. “DMT for

           the gentleman and Muscimol for the lady. On the house.”
              “Kita nggak kebagian?” celetuk Toni.
              “The rest of you are just hitchhikers,” jawab Luca.
              Dengan mata terpejam Kalden pun melayang di tanah
           bersama para Infiltran lain, membentuk segienam mengelilingi

           para Peretas.
              “Hell, yeah,”  gumam  Toni melihat aksi itu.  “Akhirnya.
           Intervensi.”
              Tak lama, celah cahaya di puncak kembali menguak. Puncak

           Dolok Simaung-Maung bergetar. Angin kencang bertiup di



                                                                 663
   673   674   675   676   677   678   679   680   681   682   683