Page 680 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 680

IntelIgensI embun PagI

              “Bukit Jambul,” jawab Zarah.
              “Ampun, dah, Liong!”  Toni berguling sambil meratap.

           “Intervensi, tuh, jangan nanggung! Langsung ke kamar
           masing-masing, kek! Permak muka kek, sekalian! Ini, sih,
           ngerjain! Sudah masih lumpuran, masih harus turun bukit….”
              “Berisik ah, Ton. Tinggal jalan dikit.” Terdengar suara Kas.
           Wujudnya tak terlihat jelas dalam kegelapan, hanya tampak

           titik bara oranye dan puntiran asap yang mengantarkan aroma
           kretek ke udara.
              “Bapak nggak lewat portal?” tanya Elektra ketika melihat
           Kas berjalan di sampingnya.
              “Lha, bahanku kan beda. Bodi  VIP.  Ndak perlu pakai
           omprengan macam kalian.” Kas terkekeh.  “Ayo, aku antar.
           Kell, kamu ke Bandung. Aku jurusan Bogor–Jakarta.”
              “Oh, yes. Chen-doll, here I come.” Kell, muncul begitu saja ke

           tengah mereka. “Tenang, Toni. Sebelum pulang, kita belanja
           baju dulu untuk kalian. Liong sudah kasih akses dana. Kita
           bisa ke pasar dekat kiosnya Kas….”
              “Pasar?” potong Toni.
              “Look, if it’s up to me, I would take you all to Armani. But, this

           is Liong, okay?” sahut Kell.
              “Kalian duluan,” Gio berkata, “aku harus ajak Zarah ke satu
           tempat dulu.”
              Seolah mengantisipasi permintaan Gio, Kas langsung
           menyerahkan sebuah ransel. Ransel Gio yang tertinggal di
           Dolok Simaung-Maung. “Ada sentermu kan, Le?”



                                                                 665
   675   676   677   678   679   680   681   682   683   684   685