Page 681 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 681

Keping 97


             Gio mengangguk. “Bapak bisa tunggu kami dulu?”
             “Pasti.” Kas melirik Zarah yang berdiri dengan raut tegang
           di sebelah Gio.







           Di depan gua kecil yang sekeliling mulutnya berselimutkan
           rumbai tanaman paku dan pakis, Zarah duduk terpaku di atas
           rumput lembap. Pencarian panjang itu selesai malam ini.
             Dari detik pertama cahaya senternya menerangi kerangka
           yang terbujur di dalam sana, Zarah tahu itu adalah tubuh

           ayahnya.  Dan,  di  luar  dugaannya,  ia  justru  merasakan
           ketenteraman. Kelegaan.  Tak perlu lagi ada tangis yang
           tumpah.
             “Kita bisa coba keluarkan ayahmu dari sana, mungkin kita
           bisa minta tolong Pak Kas atau Kell….”
             “Nggak perlu, Gio.” Zarah menggeleng. Ia memandang
           berkeliling. Jamur-jamur bercahaya menguak dari gelap
           malam bagai kelopak-kelopak bunga yang merona di padang
           hitam. “Ini tempat yang terbaik buat Ayah.” Senyum Zarah
           perlahan mengembang. Sekuens yang dipilih Firas, betapa
           pun menyakitkannya, telah mengantar Firas ke satu tempat
           yang paling ia cintai sebagai peristirahatan terakhir. Zarah tak

           mungkin merenggutnya pergi.
             Gio  mengulurkan  tangan,  membelai  lembut  pipi  Zarah.
           Hidupnya, keberadaannya, kini meruncing untuk sebuah
           tujuan.


           666
   676   677   678   679   680   681   682   683   684   685   686