Page 687 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 687

Keping 98


           tampaknya belum sepenuhnya terintegrasi bagi  Toni. Rasa

           bersalah Toni kepada gugus lamanya, Elektra menduga, adalah
           faktor perintang itu. Dia cuma butuh waktu.
             “Menurut kamu, kita baiknya ngomong apa ke yang lain?”
           tanya Elektra, mengacu kepada himpunan inti pengurus

           E-Pop yang sebentar lagi akan lengkap berdatangan. Semakin
           lama ditunda, semakin berat rasanya.
             “Saya nggak percaya perpisahan, Tra. Ke mana pun kita
           pergi, kita bisa memantau mereka.”
             Tidak sama, batin Elektra. Dengan kemampuan Toni dan
           jaringan Infiltran, mereka bisa memantau siapa saja seperti

           polisi mengawasi tahanan lewat kaca satu arah. Kini Elektra
           paham mengapa Liong mengatakan bahwa inilah konsekuensi
           terberat dari pilihan mereka. Dunia dan kehidupannya menjadi
           pajangan di dalam etalase kaca, yang bisa mereka lihat tanpa

           bisa mereka sentuh.
             “Mending daripada nggak sama sekali,” sambung  Toni
           pelan, seolah menanggapi apa yang Elektra pikirkan. “Yang
           penting semua legalitas tempat ini beres supaya anak-anak itu
           nggak kehilangan pekerjaan. Saya sudah siapkan surat-surat

           buat kamu tandatangani.”
             Elektra kehilangan kata-kata. Tak cuma Toni merasakan
           hal serupa, manusia jabrik itu ternyata melangkah lebih jauh
           dengan memastikan masa depan E-Pop. Ciri khas seorang

           Toni yang tak akan pernah menelantarkan sahabat-sahabatnya.



           672
   682   683   684   685   686   687   688   689   690   691   692