Page 688 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 688

IntelIgensI embun PagI

           Dari sekian  hal yang ia syukuri pagi ini, Elektra bersyukur
           menjadi salah seorang dari mereka.

              “Semalam nggak tidur ngurus yang begituan. Pokoknya,
           kita harus bisa cabut dengan tenang.”  Toni meregangkan
           punggungnya sambil menguap lebar. “Siap berlagak gila?”
              Elektra tersenyum.  “Mi’un mau ngejar kamu sampai ke
           liang kubur, lho.”

              “Selama dia nggak bawa badut, gua tunggu.” Toni terkekeh
           seraya berjalan kembali ke rumah.
              Langkah Elektra tersendat. Sekeping memori terdekripsi;
           dirinya yang tergolek sakit hendak diboyong diam-diam oleh
           Toni, Mi’un, Kewoy, dan Yono. Kini ia paham. Setruman itu
           tidak terjadi secara acak. Toni adalah sebabnya.
              Satu kenangan lagi membentur. Perayaan ulang tahun
           Toni. Badut berambut hijau yang terusir, yang kemudian

           bersambung  ke  momen  lain.  Kecurigaan  yang  sudah  ia
           pendam bertahun-tahun. Elektra sadar momen ini sangat
           tidak pas. Mereka tinggal beberapa langkah lagi menuju area
           publik E-Pop. Namun, ia juga yakin, tidak pernah akan ada
           momen yang pas untuk hal yang bakal ia tanyakan. Akhirnya,

           Elektra berhenti melangkah. Sekarang atau tidak sama sekali.
              “Tra?” Toni menunggu penjelasan atas perjalanan mereka
           yang tertunda.
              Elektra menjajari posisi  Toni, berusaha menatapnya
           langsung. “Kamu naksir saya?” Begitu kalimat itu meluncur,
           pipi Elektra menghangat. Ia yakin, warna kulitnya yang terang



                                                                 673
   683   684   685   686   687   688   689   690   691   692   693