Page 685 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 685

KEPING 98




                             Tanda Cinta












                    i bawah naungan pohon mahoni, bermandikan sinar
                    matahari pagi yang menyisir lewat helai dedaunan,
          DElektra berdiri termangu memandang Eleanor.

           Rumah peninggalan zaman Belanda yang entah diberi nama
           berdasarkan apa dan sampai kapan pun akan tetap menjadi
           misteri baginya. Meski telah lahir baru menjadi Elektra Pop,
           di satu sudut hatinya rumah itu tetap Eleanor.
             Sahut-sahutan tonggeret yang bersembunyi di pelosok
           pepohonan mengiringi lamunan acaknya. Elektra teringat masa

           renovasi Eleanor, penyesuaian ekstremnya dari anak sebatang
           kara  menjadi  anak  komunitas.  Ia  teringat  masa  sulitnya
           mengurusi peninggalan Dedi dan bertahan hidup hanya dari
           tabungan yang tak seberapa. Ia pun teringat masa kecilnya.
           Hujan-hujanan di pekarangan hanya untuk melihat petir, yang
           membuatnya berakhir dikurung di kamar. Berkeliling kota
   680   681   682   683   684   685   686   687   688   689   690