Page 87 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 87

Keping 50


             Ketegasan Sati meluruhkan Bodhi. Pandangannya mulai
           kabur tersaput air. Ia tak ingat kapan lagi pernah meregang

           menahan tangis selain momen di Rute 10 saat merajah tato
           terakhir untuk Kell.
             “Potensi kamu terlalu besar untuk disia-siakan. Memilih
           sendirian tidak akan membawa kebaikan apa-apa selain jiwa
           kamu pelan-pelan tergerogoti,” lanjut Sati.

             “Saya nggak seperti Elektra, Bu. Saya bukan penyembuh.
           Saya cuma tukang tato yang bisa lihat hantu.”
             “Dulu, Elektra itu pengangguran di rumah besar dengan
           kemampuan insidental menyetrum orang. Dia punya potensi
           tanpa punya arah. Dengan bimbingan saya, sekarang Elektra
           menyembuhkan puluhan orang setiap hari. Saya belum persis
           tahu kemampuan kamu, Bodhi. Tapi, kamu punya potensi itu.
           Saya ingin bantu kamu jadi manusia yang bermanfaat. Apa

           gunanya kelebihan kalau tidak bisa dibagikan?”
             “Ibu mau membimbing saya?”
             “Saya sudah nyatakan niat itu berkali-kali. Yang saya perlu
           tahu, apakah kamu bersedia saya bimbing?”
             Bodhi mengangguk dalam.

             “Lupakan Asko untuk sementara. Kalau tempat itu penting
           buatmu, saya janji akan bantu kamu menelusurinya lagi kapan-
           kapan.  Tidak sekarang. Seperti dengan Elektra dulu, saya
           harus mengenali potensi apa saja yang kamu punya, setelah itu
           kita fokus ke pengendalian kemampuanmu. Saya yakin, tujuan
           hidupmu akan berubah sesudah itu.”



           72
   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92