Page 89 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 89
Keping 50
aku nggak kangen keluarga. Tapi, tujuan perjalanan kita ini
rusak binasa begitu mereka tahu aku pulang ke Indonesia.
Nggak peduli ada Sarvara atau Infiltran, ibuku bakal
menyeretku pulang.”
Kell masih mematung di sudut dengan ransel besarnya.
Matanya menatap kosong ke sembarang arah. Bergumam-
gumam pendek.
“Apa kabar antenamu? Sudah punya penjelasan tentang
kejadian di pesawat? Dua pihak yang masuk ke Asko….”
“Akar dan Petir.”
Alfa tertegun.
“Mereka sedang bersama. Mereka mencoba menembus
kandi.” Seperti sakelar lampu yang tahu-tahu menyala,
Kell berpaling ke arah Alfa dan mencerocos, “Kamu punya
dua pilihan. Bandung atau Jakarta. Di Jakarta, kamu punya
peluang mengejar Kabut dan Partikel. Di Bandung, kamu
punya peluang mengejar Akar dan Petir. Dua-duanya sama
penting. Pilih mana?”
“Bodhi adalah Akar?”
“Betul.”
“Kamu yakin dia di Bandung? Dari info yang kudapat,
Bodhi basisnya di Jakarta. Aku sudah punya beberapa ancer-
ancer tempat yang bisa kita lacak.”
“Kamu serius mau adu informasi dengan jaringan Infiltran?”
“Fine. Bandung, kalau begitu.”
74

