Page 88 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 88

IntelIgensI embun PagI

              “Elektra bakal kembali sehat, kan, Bu?”
              “Kita harus tunggu. Untuk sementara, dia lebih aman di

           sini. Saya bantu stabilkan kondisinya lagi pelan-pelan. Saya
           akan kabari teman-temannya.”
              “Biar saya saja, Bu. Nanti saya ke sini lagi.” Bodhi bangkit
           berdiri.
              “Telepon saja.” Sati menahan tangan Bodhi. “Kamu juga

           lebih baik di sini dulu.”
              “Saya nggak kenapa-kenapa kok, Bu. Beneran. Minimal
           saya bisa bantu bawa barang-barang Elektra ke sini, siapa tahu
           dia harus menginap dulu di rumah Ibu.” Bodhi menangkap
           keraguan di mata Sati. “Saya janji bakal balik,” tegasnya.
              “Bodhi, kamu tidak sendirian lagi. Ingat itu.”
              “Terima kasih.” Sekilas senyum canggung tersungging
           di bibir Bodhi. Ia ingin memeluk perempuan itu tapi terlalu

           sungkan untuk bergerak. Bodhi menyambar ranselnya, lalu
           berjalan keluar.







           Sabuk konveyor menggiring keluar koper hitam bernamakan
           Alfa Sagala. Satu-satunya yang tinggal dilakukan adalah
           keluar dari pintu bandara. Namun, mereka masih berdiri di
           tempat yang sama.
              “Jangan sampai kita berakhir di rumah orangtuaku, Kell,”
           kata Alfa dengan kaki bergoyang-goyang gelisah. “Bukannya



                                                                  73
   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93